Alkitab hari ini

PENYESALAN SEHARI BILA MASAK NASI MENJADI BUBUR, PENYESALAN SEBULAN BILA SALAH POTONG RAMBUT, PENYESALAN SETAHUN BILA TIDAK LULUS, PENYESALAN SEUMUR HIDUP BILA SALAH MEMILIH PASANGAN HIDUP, PENYESALAN SELAMANYA BILA SALAH MEMILIH JURUSELAMAT, MAKA JANGALAH PINDAH KE IMAN YANG LAIN SELAIN TUHAN YESUS,..SEMOGA TUHAN SELALU MEMBIMBING KITA SELALU DAN TETAP PADA JALANNYA...TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA..AMIN

Senin, 25 November 2013

Tanggung jawab orang Kristen

Orang Kristen memiliki status ganda, yaitu sebagai anak Tuhan dan sekaligus sebagai
anak bangsa. Oleh karena itu, orang Kristen harus menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
Sebagai anak bangsa, orang Kristen
bertanggung jawab untuk bersikap taat kepada pemerintah dalam segala hal (3:1).
Sebagai anak Tuhan, orang Kristen harus siap melakukan pekerjaan yang baik. Di satu sisi, terdapat orang Kristen ekstrim yang hanya menekankan status sebagai anak Tuhan sehingga hanya memperhatikan hal-hal yang bersifat vertikal dan tidak peduli
terhadap bangsa dan negara, termasuk tidak membayar pajak dan tidak peduli terhadap keadaan sekitarnya. Di sisi lain, terdapat pula
orang Kristen ekstrim lain yang bertentangan dengan firman Tuhan, yaitu terlalu memperhatikan urusan dunia (kepedulian terhadap sesama maupun dalam urusan bangsa dan negara, tetapi melupakan Tuhan
dan pekerjaan-Nya. Orang Kristen di Pulau Kreta mempunyai nama jelek dalam masyarakat. Mereka tidak
berperilaku baik terhadap negara maupun terhadap sesama. Mereka menyangkal status mereka sebagai orang Kristen. Rasul Paulus menasihati Titus agar
mengingatkan orang-orang Kreta agar tunduk kepada pemerintah dan penguasa. Mereka harus sadar bahwa Tuhan menempatkan
mereka untuk mengusahakan dan
memberikan sumbangsih positif bagi bangsanya. Orang Kristen harus taat kepada Pemerintah dan memperhatikan sesama serta
mengasihi dengan kasih agape, dengan memperhatikan kebutuhan rohani dan kebutuhan jasmani orang lain. Orang Kristen
adalah anak Tuhan dan sekaligus anak bangsa yang harus memperhatikan keseimbangan
dalam kehidupan.

Titus 3:1
"Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk
pada pemerintah dan orang-orang yang
berkuasa, taat dan siap untuk melakukan
setiap pekerjaan yang baik."

Sumber :  gkysydney.org

readmore...

Terimalah Didikan dan Milikilah Hikmat!

Hikmat adalah pengetahuan praktis atau ketrampilan dalam menjalani hidup. Hikmat membuat kita seseorang bisa memutuskan secara tepat apa yang harus dia katakan atau harus dia lakukan dalam setiap situasi kehidupan.
Menerima didikan adalah salah satu sarana untuk memiliki hikmat.
Amsal adalah perkataan ringkas tentang berbagai hal dalam kehidupan yang telah terbukti benar (merupakan kebenaran umum). Walaupun "amsal" dalam pengertian suatu bentuk sastra terdapat pula dalam kebudayaan Mesir dan Mesopotamia, "Amsal"
dalam Alkitab memiliki kekhususan, yaitu bahwa kebenaran yang disampaikan tidak semata-mata didasarkan pada pengamatan,
tetapi juga didasarkan pada sikap "takut akan Allah" atau sikap menghargai (segan terhadap) Allah (bandingkan dengan 1:7). Di satu sisi, perlu diingat bahwa kebenaran
dalam kitab Amsal bukan semata-mata kebenaran menurut pandangan umum, melainkan juga kebenaran di hadapan Allah.
Di sisi lain, perlu pula diperhatikan bahwa konteks kitab Amsal adalah konteks kehidupan yang bersifat umum sehingga kebenaran dalam kitab Amsal bisa tidak tepat
dalam konteks khusus seperti dalam konteks kitab Ayub.
Sikap keterbukaan untuk belajar merupakan kunci untuk memiliki hikmat. Bila kita dengan tekun membaca dan mencerna berbagai kebenaran yang disampaikan dalam
kitab Amsal, kita akan memiliki hikmat dalan kehidupan. Di samping itu, kita pun perlu bersikap terbuka terhadap berbagai sarana yang Allah anugerahkan untuk mendidik kita,
khususnya melalui orang tua kita. Bila kita belajar dari sarana yang baik yang Allah sediakan bagi kita dan kita menolak semua nasihat menyesatkan dari orang yang
kelakuannya jahat, pasti kita akan memiliki hikmat!

Amsal 1:7
"Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan."

Sumber : gkysydney.org

readmore...

Selasa, 29 Oktober 2013

Kesal

Kesal itu sangat manusiawi, kamu kecewa sama seseorang atau bahkan marah pada dia.
Tidak ada manusia yg tak pernah kesal, namun tolong renungkan hal ini, bila kesal ini berkepanjangan, akhirnya kelihatannya kok jadi kamu yang terhukum, kan kamu tidak salah.
Bagaimana tidak, dengan kamu kesal berkepanjangan, ganggu kesehatan, ganggu rejeki, ganggu bahagia kamu, padahal kan kamu
tidak salah. benar tidak?
rasa kesalmu pada seseorang sama sekali tidak merugikan orang itu, hanya merugikan diri sendiri.
sebagai bukti rasa sayangmu pada diri sendiri,  tolong lepaskan saja, ikhlaskan, masa depanmu indah, kamu layak bahagia dan sukses.
Penghakiman serahkan saja pada Tuhan, Tuhan itu maha adil,

jangan biarkan amarahmu membuatmu jatuh,
nasihat tete/kakek saya dulu katanya ' emosi itu lebih besar daripada bumi, tetapi kesabaran itu sangat kecil bahkan lebih kecil dari pasir dipantai tetapi jika kamu berpegang pada kesabaran dan biarkan amarahmu itu berlalu Tuhan akan memandang kamu dan memberikan damai sejahtera terhadap kamu serta umur yang panjang diatas bumi dimana tempat kamu berpijak'

Semoga damai selalu hadir dihatimu senantiasa. Tuhan memberkati.

readmore...

Senin, 06 Mei 2013

Memaafkan atau Melukai


Kolose 3:13 “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”
Rasanya sulit jika Anda ditolak, terutama bila yang menolak adalah seseorang yang Anda cintai. Mungkin salah satu dari anak-anak Anda, pasangan Anda, atau teman dekat.
Tetapi Alkitab mengatakan Anda perlu mengampuni orang itu karena Allah sudah lebih dulu mengampuni Anda.

Kunci untuk mampu mengampuni orang lain ada dalam ayat hari ini. Kuncinya adalah dengan mengingat apa yang Tuhan sudah lakukan bagi Anda. Bila Anda ingat apa yang Yesus Kristus lakukan untuk Anda, maka Anda memiliki kekuatan untuk memaafkan orang lain.
Jika Anda berpegang pada rasa sakit, maka itu hanya akan berakhir dengan menyakiti diri Anda sendiri. Bila Anda tidak mengampuni orang lain, Anda menciptakan kepahitan dan kemarahan dalam diri Anda. Ini akan menggerogoti Anda dari dalam dan menguras energi Anda, membuat Anda lelah sepanjang waktu. Setiap kali Anda mulai merasa kepahitan terhadap seseorang, ingatlah apa yang Yesus lalukan di kayu salib, bagaimana Dia mengasihi Anda dan Dia rela untuk memberikan nyawa-Nya sehingga dosa-dosa Anda dapat diampuni. Dia ditolak dan dihina saat Dia tergantung di sana, tapi Dia melihat semua orang dan berdoa, “Bapa, ampunilah mereka. Mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan” (Lukas 23:34)
Dalam kelemahlembutan dan kerendahan hati yang lengkap, Yesus memberikan nyawa-Nya karena Dia mencintai Anda. Dia tidak memikirkan diri-Nya sendiri, Dia sedang memikirkan Anda. Petrus berkata, “Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.” (1 Petrus 2:23)
Definisi pengampunan ditemukan dalam dua kata dalam ayat itu: “menyerahkannya kepada Dia.” Anda membiarkan Tuhan bekerja dan membuat hal-hal menjadi benar. Pengampunan bukan tentang mempercayai orang itu lagi atau melupakan segala sesuatu yang terjadi. Ini tentang menempatkan situasi di tangan Tuhan, bukan mencari kesempatan untuk balas dendam atau menyimpan dendam. Dalam kelemahlembutan dan kerendahan hati yang lengkap, Yesus memberikan nyawa-Nya karena Dia mencintai Anda.
Dia tidak memikirkan diri-Nya sendiri, Dia sedang memikirkan Anda. Petrus berkata, “Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.” (1 Petrus 2:23)

Semoga Tuhan yang mempunyai hidup ini memberikan kekuatan bagi kita untuk saling mengampuni,.Tuhan Memberkati saudara.

readmore...