Alkitab hari ini
Jumat, 21 Februari 2014
Salam Hangat
Minggu, 08 Desember 2013
Bersiap Untuk Menjelang Hari Natal
Matius 3:2"Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
Tidak terasa kita sudah kembali memasuki bulan terakhir di tahun 2013. Ini adalah bulan yang sangat bermakna bagi umat Kristiani karena di bulan inilah kita merayakan kelahiran Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat yang telah membebaskan kita dari belenggu kutuk dan dosa sehingga dilayakkan untuk masuk ke tahta Allah, bertemu denganNya dan mendapatkan janji keselamatan. Bulan Desember biasanya dirayakan banyak orang dengan persiapan-persiapan pesta menjelang Natal. Sebentar lagi kita akan sibuk mempersiapkan kado, membeli dan membungkus, mendirikan pohon terang, bersiap-siap untuk berlibur bersama keluarga, atau melihat-lihat katalog diskon yang akan sangat ramai menjelang perayaan Natal.
Ada sesuatu yang lebih penting untuk kita persiapkan menjelang perayaan kelahiran Yesus. Yohanes Pembaptis adalah nabi yang ditugaskan untuk mempersiapkan jalan untuk kedatangan Tuhan turun ke bumi untuk melakukan pelayanan dan misi penyelamatan. Yohanes berseru:"Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" (Matius 3:2). "Repent, for the kingdom of heaven is at hand!" katanya. Dan Matius mencatat bahwa "Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."(ay 3). Apa yang dikatakan Matius adalah mengingatkan kembali tentang nubuat nabi Yesaya sekian ratus tahun sebelumnya. "Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!" (Yesaya 40:4). Nubuat ini kemudian kembali diulang oleh Maleakhi."Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam." (Maleakhi 3:1).
Apa sebenarnya yang harus dipersiapkan? Melanjutkan ayat dalam Yesaya di atas, kita bisa melihat pesan Tuhan mengenai apa yang harus kita persiapkan. "Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya." (Yesaya 40:4-5). Kita harus mempersiapkan diri kita, terlebih hati kita menjelang memperingati kelahiran Kristus di bulan ini. Meratakan segala yang berbukit, berliku, membersihkan segala kotoran dalam hati kita sangat penting untuk kita persiapkan. Dan Yohanes Pembaptis menggambarkannya dengan sebuah kata yang singkat, "bertobatlah."
Yohanes mempersiapkan jalan bagi Sang Penebus dengan menyerukan pesan penting mengenai pertobatan. (Lukas 3:3). Ini adalah sebuah persiapan yang seharusnya lebih kita pentingkan lebih dari segala yang lain di bulan ini. Adalah sangat penting bagi kita untuk memasuki Natal dengan sebentuk hati yang suci. Meratakan hati kita dari berbagai timbunan dosa adalah persiapan terbaik untuk menyambut kehadiran Tuhan dalam hati kita. Untuk melakukannya, kita perlu mengakui segala dosa dan kesalahan kita, berpaling dari itu semua dan memperbaharui atau meningkatkan hubungan kita dengan Tuhan dengan lebih baik lagi. Dengan melakukan itu semua, maka kita pun akan mampu merayakan Natal dengan damai dan sukacita yang sejati. Tuhan begitu mengasihi kita dengan menganugerahkan Yesus Kristus untuk menebus segala dosa kita. Mari kita persiapkan hati kita sebaik-baiknya menjelang perayaan Natal tahun ini, mari kita renungkan segala kebaikanNya, mengucap syukur dan berterimakasih atas semua anugerahNya. Lebih dari persiapan-persiapan pesta dan sebagainya, mempersiapkan hati kita dengan sepenuhnya untuk menerima Kristus hadir di dalamnya akan jauh lebih bermanfaat dalam menyambut Natal. That's the way for us to get ready for entering Christmas season.
Jadikan Natal bermakna dengan mempersiapkan hati kita untuk menerima Kristus.
Senin, 25 November 2013
Tanggung jawab orang Kristen
Orang Kristen memiliki status ganda, yaitu sebagai anak Tuhan dan sekaligus sebagai
anak bangsa. Oleh karena itu, orang Kristen harus menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
Sebagai anak bangsa, orang Kristen
bertanggung jawab untuk bersikap taat kepada pemerintah dalam segala hal (3:1).
Sebagai anak Tuhan, orang Kristen harus siap melakukan pekerjaan yang baik. Di satu sisi, terdapat orang Kristen ekstrim yang hanya menekankan status sebagai anak Tuhan sehingga hanya memperhatikan hal-hal yang bersifat vertikal dan tidak peduli
terhadap bangsa dan negara, termasuk tidak membayar pajak dan tidak peduli terhadap keadaan sekitarnya. Di sisi lain, terdapat pula
orang Kristen ekstrim lain yang bertentangan dengan firman Tuhan, yaitu terlalu memperhatikan urusan dunia (kepedulian terhadap sesama maupun dalam urusan bangsa dan negara, tetapi melupakan Tuhan
dan pekerjaan-Nya. Orang Kristen di Pulau Kreta mempunyai nama jelek dalam masyarakat. Mereka tidak
berperilaku baik terhadap negara maupun terhadap sesama. Mereka menyangkal status mereka sebagai orang Kristen. Rasul Paulus menasihati Titus agar
mengingatkan orang-orang Kreta agar tunduk kepada pemerintah dan penguasa. Mereka harus sadar bahwa Tuhan menempatkan
mereka untuk mengusahakan dan
memberikan sumbangsih positif bagi bangsanya. Orang Kristen harus taat kepada Pemerintah dan memperhatikan sesama serta
mengasihi dengan kasih agape, dengan memperhatikan kebutuhan rohani dan kebutuhan jasmani orang lain. Orang Kristen
adalah anak Tuhan dan sekaligus anak bangsa yang harus memperhatikan keseimbangan
dalam kehidupan.
Titus 3:1
"Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk
pada pemerintah dan orang-orang yang
berkuasa, taat dan siap untuk melakukan
setiap pekerjaan yang baik."
Sumber : gkysydney.org
Terimalah Didikan dan Milikilah Hikmat!
Hikmat adalah pengetahuan praktis atau ketrampilan dalam menjalani hidup. Hikmat membuat kita seseorang bisa memutuskan secara tepat apa yang harus dia katakan atau harus dia lakukan dalam setiap situasi kehidupan.
Menerima didikan adalah salah satu sarana untuk memiliki hikmat.
Amsal adalah perkataan ringkas tentang berbagai hal dalam kehidupan yang telah terbukti benar (merupakan kebenaran umum). Walaupun "amsal" dalam pengertian suatu bentuk sastra terdapat pula dalam kebudayaan Mesir dan Mesopotamia, "Amsal"
dalam Alkitab memiliki kekhususan, yaitu bahwa kebenaran yang disampaikan tidak semata-mata didasarkan pada pengamatan,
tetapi juga didasarkan pada sikap "takut akan Allah" atau sikap menghargai (segan terhadap) Allah (bandingkan dengan 1:7). Di satu sisi, perlu diingat bahwa kebenaran
dalam kitab Amsal bukan semata-mata kebenaran menurut pandangan umum, melainkan juga kebenaran di hadapan Allah.
Di sisi lain, perlu pula diperhatikan bahwa konteks kitab Amsal adalah konteks kehidupan yang bersifat umum sehingga kebenaran dalam kitab Amsal bisa tidak tepat
dalam konteks khusus seperti dalam konteks kitab Ayub.
Sikap keterbukaan untuk belajar merupakan kunci untuk memiliki hikmat. Bila kita dengan tekun membaca dan mencerna berbagai kebenaran yang disampaikan dalam
kitab Amsal, kita akan memiliki hikmat dalan kehidupan. Di samping itu, kita pun perlu bersikap terbuka terhadap berbagai sarana yang Allah anugerahkan untuk mendidik kita,
khususnya melalui orang tua kita. Bila kita belajar dari sarana yang baik yang Allah sediakan bagi kita dan kita menolak semua nasihat menyesatkan dari orang yang
kelakuannya jahat, pasti kita akan memiliki hikmat!
Amsal 1:7
"Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan."
Sumber : gkysydney.org